SIN Platinum TSI pada awal kemunculannya adalah dengan Merk Sin Platinum Special, dikarenakan perubahan pada regulasi, produk ini telah mengalami dua kali perubahan nama merk mulai dari Sin Platinum Special lalu berubah menjadi Sin Platinum Sinergi dan saat ini menjadi SIN PLATINUM TSI.

Perubahan merk menjadi SIN PLATINUM TSI juga seiring dengan pemindahan produksi dari Pabrik Sidoarjo ke Pabrik Malang dengan alasan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari sisi produksi.

Sin Platinum TSI terbuat dari beberapa macam bahan Herbal, yaitu : Daun Tembakau, Cengkeh, dan 17 jenis Ramuan Herbal. Beberapa jenis tembakau pilihan tersebut diolah sedemikian rupa hingga mengeluarkan aroma khas yang sesuai dengan yang diinginkan KH. Abdul Malik untuk Sin Platinum TSI. Setelah tembakau mengeluarkan aroma yang sesuai dengan Standar, kemudian dicampur dengan Cengkeh Rajang pilihan, dan selanjutnya diproses dengan Sari Pati dari 17 jenis Ramuan Herbal berupa Cairan yang khusus untuk Sin Platinum TSI. Dimana 17 macam Ramuan Herbal tersebut berasal dari Nusantara, Cina dan Arab. Dan selanjutnya bahan yang sudah diproses tersebut digiling menjadi batangan rokok Sin Platinum TSI, kemudian dimasukkan ke dalam packaging, dipasang bandrol Cukai dari kantor Cukai setempat, dimasukkan ke dalam slop, dan terakhir dimasukkan ke dalam karton, dimana setiap karton berisi 100 slop. Dan selanjutnya rokok Sin Platinum TSI sudah siap dijual. Rokok Sin Platinum TSI memiliki rasa yang sangat nikmat, gurih, mantab, halus dan beraroma yang sangat khas. Sehingga Sin Platinum TSI banyak disukai perokok di Nusantara.

 

Rokok Sin Platinum Special memiliki bandrol Cukai = Rp. 13.500